Tampilkan postingan dengan label Home Recording. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Home Recording. Tampilkan semua postingan

Home Recording Menjamur !

Written By Unknown on Senin, 07 Mei 2012 | 14.56

Senin, 07 Mei 2012

Apaan tuh home recording?? Home recording dalam bahasa indonesia adalah rekaman dalam rumah. Dalam hal ini mempunyai artian studio rekaman yang dibangun di dalam rumah/kamar. Entah itu studio sederhana maupun studio yang memang dibangun untuk keperluan audio recording professional.


Di luar negeri, entah amerika, eropa maupun asia, banyak sekali musisi-musisi yang lebih senang merekam materi mereka dalam studio pribadi mereka. Ya walaupun studio pribadi mereka mempunyai alat yang sebanding atau sama dengan studio rekaman professional, tetapi karena studio mereka berada di dalam rumah mereka, maka tetap saja bernama home recording.

Dulu, tahun 2009 saya sempat ngobrol dengan mahasiswa indonesia yang kuliah di australia via internet, Dia juga bekerja part time di restoran cepat saji disana. Waktu itu sih saya tidak bertanya macam-macam tentang kehidupannya disana, namun saya sempat berbincang tentang home recording dengan dia.
Disana ia menyewa rumah dengan ketiga kawannya, satu orang indonesia, satu orang jepang dan yang satunya lagi orang asli australia.

Di rumah yang ia sewa, ia juga mempunyai home recording. Namun berbeda dengan home recording yang saya punya, alat-alat yang ia pakai mungkin cukup untuk membangun sebuah studio recording professional di sini.

Saat itu, ia beserta kedua kawannya sedang membangun home recording studio dengan ruangan yang kedap suara. Waktu saya menanyakan alat-alatnya pun saya tercengang!.

Komputer yang ia pakai ber-processor quad core extreme, ram 6gb, hardisk 2terabyte. Wah saya tidak bisa membayangkan bagaimana cepatnya komputer tersebut :). Mungkin itu komputer sudah bisa terbang mungkin yah??

Yang sempat ia bilang, disana ia mempunyai alat lengkap, namun drum ia pakai adalah drum electric (seperti midi controller yang berbentuk drum) yang ia sambungkan ke midi in di soundcard. Software drum yang ia pakai adalah bfd2 + expansion nya pack nya.

Ia juga mempunyai rack yang berisi exiter, compressor dan equalizer. Perekaman guitar dan bass dilakukan dengan sistem todong, head ampli memakai orange, namun saya belum sempat bertanya aplifier, FX, preamp dan soundcard apa yang ia pakai.

Wah.. Jadi kemana-mana saya ngomong nya, oke kembali lagi pada pembahasan :

Dulu sekali saat jaman batu... (memang nya sudah ada yah rekaman saat itu?? Hhe saya hanya bercanda. dahulu, perekaman hanya bisa dilakukan di studio besar dengan alat-alat yang harganya selangit. Bayangkan, semua dilakukan secara analog! Suara yang ingin direkam harus melalui banyak alat analog sebelum direkam di sebuah roll pita.
Makanya operator/sound engineering jaman dahulu jarang sekali yang gondrong, kenapa? Karena mereka takut rambut nya tersangkut masuk kedalam roll pita magnet rekaman, bercanda lagi :).

Namun kini seorang musisi dapat dengan mudah merekam materi mereka di rumah, bahkan kamar tidur mereka. Bersyukur lah saat ini musisi di mudahkan dengan ada nya kemajuan tekhnologi dan informasi. Alat-alat recording/rekaman yang dijual dengan harga terjangkau dan software-sofware yang mudah di dapat, membuat banyak musisi lebih suka merekam materi nya sendiri tanpa harus menyewa studio professional yang tentunya sangat mahal.

Untuk membuat home recording, sebenarnya kita tidak perlu alat yang mewah/mahal. Tapi ya "duit tidak pernah berbohong" semakin mahal alat semakin baik juga hasil nya, namun tentu nya harus didukung oleh sound engineering/operator yang handal pula.

Selain alat instrument seperti gitar dan bass, kita memerlukan beberapa "alat perang" untuk melakukan perekaman.
Sebuah komputer dengan spek yang baik sangat diperlukan untuk melakukan perekaman.

Tidak hanya itu, kita juga memerlukan soundcard/audio interface untuk mengubah signal analog menjadi digital, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sebaiknya menambahkan preamp sebelum masuk ke soundcard

Nanti saya janji akan membahas alat-alat yang dibutuhkan untuk keperluan recording.

Software pun juga turut andil dalam 'perang' ini. Software DAW atau digital audio workstation pun perlu anda pelajari, awal saya belajar recording memakai software cool edit, namun saat itu saya tidak memakainya untuk recording/rekaman, hanya untuk mengedit lagu band saya yang sudah jadi. Lalu diteruskan memakai nuendo 2, saat itu saya mulai belajar rekaman. Setelah itu saya di pinjamkan teman software dari steinberg juga, yaitu nuendo 3.
Sangat lama juga saya memakai software itu. Lalu berubah memakai steinberg cubase 4. Dan saat ini saya memakai cubase 5 keluaran AiR.

Untuk drum, anda tidak perlu membeli sebuah drum yang harga nya luar biasa mahal. Anda hanya perlu sebuah software drum seperti EZdrummer, Addictive Drum, FXpansion BFD & BFD2 dan software2 sejenis.

Untuk guitar dan bass pun anda tidak memerlukan FX, head ampli, amplifier hingga mic untuk menodong amplifier nya.
Anda hanya membutuhkan software-software virtual untuk keperluan tersebut. Seperti guitarrig 3, guitarrig 4, amplitube 2, amplitube 3, amplitube metal, ampeg svx dan software-software sejenis.

Bila anda ingin menambahkan shyntsizer, piano, biola dan lain-lain, anda dapat menggunakan software sequence seperti Fruity Loop / FL studio.

Nanti saya juga akan membahas lebih lanjut tentang software-software tersebut beserta memberi link untuk mendownload-nya.

Dan yang paling penting adalah sang OPERATOR/SOUND ENGINEERING. Akan sia-sia bila mempunyai alat yang mahal dan canggih dengan software-software lengkap terinstal di komputer anda apabila anda sendiri malas untuk belajar menjadi OPERATOR/SOUND ENGINEERING.

Berapa modal saya belajar membuat home recording??
Sebesar Rp.0,-
Yup saya tidak mengeluarkan uang untuk belajar membuat home recording, tapi ingat hanya "belajar".

Yang saya gunakan hanya alat-alat yang ada pada saat itu hanyalah sebuah komputer yang terkoneksi internet (internetnya hanya untuk mendownload software-software yang diperlukan) sebuah gitar beserta jack-nya yang saya pinjam dari teman saya. Dan headset usang bekas mp3 player saya untuk take vokal (di headset nya ada mic juga). Dan yang terakhir adalah FX stombox (mobil-mobilan) sebagai pengganti preamp), itu juga saya pinjam dari teman saya.

Komputernya pun hanya mempunyai spek pas-pas an.
Processor: celeron 1,8ghz
Ram ddr1: 256mb
HDD: 40gb
Dan soundcard onboard yang menempel di motherboard.

Tapi setelah sekian lama belajar, dikit demi sedikit saya upgrade komputer saya (bukan karena home recording, tapi memang sudah waktunya mengganti komputer usang tersebut).

Hingga akhirnya kini saya memakai komputer dengan speks:
Processor: intel core 2 duo
Ram : 6gb
HDD SATA 7200rpm: 1Tb

Dan juga memakai:
Audio interface: ESI JULI@ 24bit 192kHZ PCI
Preamp: behringer mic 100
Mic: behringer C1
Speaker monitor: behringer ms16

Alat-alat yang sekarang saya gunakan masih kurang yah? Hhe... Maklum lah.
Tapi saya merasa dengan alat itu pun sudah cukup untuk membuat sebuah album.

Beberapa studio home recording yang disewakan (yang saya tahu):
-ASH TO ASH STUDIO (studio yang saya bangun sendiri)
-SOUND OF MONGKEY (studio yang dibangun oleh lamlam dari band "closehead")
-AMPLOP RECORD (studio yang dibangun oleh bonar dari band "hidden message")
-dan masih banyak lagi!!

Contoh dari lagu yang di buat di studio home recording??
-Seluruh lagu yang terdapat di album ADVENTURE AILEN - DRAWING THE LINES
-Seluruh lagu dari band closehead pada split album discopunkhead
-Lagu heart of pop dari closehead
-Lagu-lagu unrelease dari closehead seperti melawan waktu dan lain
-Lagu-lagu dari hidden message
-dan masih banyak lagi!!!

huh.. lelah juga nulisnya... Mungkin nanti saya teruskan di posting selanjutnya.

Di akhir kata, bila anda ingin belajar membuat home recording, jangan berkecil hati karena anda belum mempunyai alat-alat yang mewah, belajar dari nol akan lebih bermakna bila nanti anda sudah berhasil.

Semoga Bermanfaat
Read More | komentar

Komputer Untuk Home Recording Audio

Jaman semakin canggih, informasi begitu mudah untuk didapat, harga-harga peralatan rekaman dan musik semakin murah, beberapa alat-alat analog pun saat ini sudah bisa digantikan dengan software-software simulator. Mungkin hal-hal diatas adalah beberapa kemudahan yang didapat untuk para sound engineering atau operator hingga musisi saat ini.


Bagaimana tidak, saat ini seorang musisi dari kalangan professional hingga anak SMA pun dapat menjadi sound engginer dengan membuat sebuah studio home recording di dalam rumah atau kamarnya. Dengan bantuan sebuah komputer, software dan beberapa alat pendukung lainnya, seorang musisi bebas berkarya meluapkan materi-materinya untuk dituangkan dalam sebuah lagu maupun album yang siap di edarkan atau di perjual belikan.

Lalu sebenarnya apa alat utama untuk membangun sebuah home recording audio? Menurut saya yaitu sebuah komputer.

Ya, hanya dengan sebuah komputer dan software sequence seperti fruity loops saja sebenarnya anda sudah dapat membuat musik digital, tanpa memakai alat-alat lain seperti mixer, preamp dan lain-lain.

Lalu komputer seperti apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah home recording studio?
Banyak sekali pertanyaan seperti itu yang ditanyakan ke saya. Namun menurut saya, tidak ada spesifikasi khusus apa dan bagaimana sebuah komputer untuk digunakan sebagai komputer rekaman.

Sebagai contoh, apabila anda seorang freak gamer, pasti komputer anda memiliki VGA yang baik atau bagus untuk dapat memaksimalkan display game yang sedang anda mainkan.

Namun dalam membangun sebuah komputer untuk home recording studio, anda tidak perlu mempunyai VGA dengan spesifikasi yang sangat tinggi, yang perlu anda perhatikan adalah pada bagian soundcard nya.

Game computer = VGA Recording computer = Soundcard

Untuk hardware-hardware yang lain dapat disesuaikan dengan spesifikasi minimum dari recording software yang anda gunakan. Namun lebih baik spesifikasi komputer anda lebih tinggi dibanding dengan spesifikasi minimum yang diinginkan oleh software nya.

Sebelum saya menjelaskan tentang masing-masih hardware komputer rekaman, berikut adalah spesifikasi komputer yang pernah saya pakai, dan hingga saat ini saya pakai untuk membangun sebuah home recording studio. Dan sekali lagi saya tekankan kepada anda, jangan pernah berkecil hati karena tidak mempunyai komputer dengan spesifikasi tinggi.
Karena banyak dari kawan-kawan saya yang belum memulai, namun sudah berkecil hati terlebih dahulu karena komputer yang ia miliki tidak mempunyai spesifikasi yang tinggi.

Waktu itu saya memakai komputer dengan spek yang sangat minim atau rendah, komputer ini saya pakai kira-kira sekitar satu tahun lamanya untuk mempelajari rekaman digital, saya dapat mengenal apa itu audio recording dan apa itu musik digital. Spesifikasi nya yaitu:
- Prossesor Celeron Pentium 4 1,8Ghz
- Ram ddr1 256mb
- Hardisk ATA 40gb

Dengan spesifikasi tersebut, saya dapat merekam membuat beberapa lagu dengan bantuan fruity loops 5 dan cool edit.

Karena saat itu saya sangat berniat sekali untuk membangun sebuah home recording, akhirnya saya upgrade dengan uang yang saya kumpulkan sebelumnya.
Spesifikasinya antara lain:
- Prosesor Pentium D 3ghz
- Ram ddr2 2gb
- Hardisk SATA 80gb 7200rpm

Dengan komputer tersebut, saya menyewakan home recording tersebut ke band kawan-kawan saya. Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari komputer dengan kedua spesifikasi diatas. Karena niat saya semakin bulat untuk membangun sebuah home recording dengan kualitas yang baik. Akhirnya saya menjual komputer tersebut dan merakit komputer baru.
Spesifikasi komputer yang saya rakit yaitu:
- Prosesor Pentium Dualcore 2,6Ghz
- Ram ddr2 2gb
- Hardisk SATA 250gb 7200rpm

Dengan spesifikasi diatas yang saya pakai saat ini, hampir semua software-software recording bisa saya pakai.
Beberapa album demo hingga full album yang release pun banyak saya buat dengan komputer tersebut.

Bagaimana? Tidak perlu berkecil hati bukan? Apalagi bila anda mempunyai spesifikasi komputer lebih tinggi dari spesifikasi komputer yang saya pakai saat ini. Sudah pasti anda siap untuk belajar membangun sebuah home recording studio.

Desktop computer atau laptop computer?


Sudah pasti saya memilih desktop. Karena laptop diciptakan untuk yang ingin mobile dan tidak dibuat untuk dipakai sangat lama. Bayangkan, untuk membuat satu buah lagu dengan kualitas yang bagus saja anda memerlukan setidaknya satu shift atau sekitar 6jam. Laptop apabila dipakai sangat lama sudah pasti akan memperpendek umur hardware-hardware di dalamnya. Menurut kawan-kawan yang berdiskusi di forum musiktek, kerusakan yang paling sering terjadi pada hardware harddisk dan lcd. Mungkin karena panas yang timbul dari hardware tidak dapat di olah dengan baik oleh fan atau kipas yang ada di laptop, sehingga udara panas tidak dapat di keluarkan dengan baik.

Tidak seperti komputer laptop, komputer desktop yang saat ini saya miliki hampir di pakai 24 jam full.
Dan juga apabila anda memiliki laptop dan dekstop dengan spesifikasi yang sama. Mungkin performanya akan lebih unggul desktop di bandingkan laptop.

Windows, Mac atau linux?
Dalam pertanyaan ini saya pasti akan menyingkirkan sistem operasi linux. Karena banyak software-software untuk recording yang bagus tidak compitable dengan sistem operasi linux. Anda bisa memilih OS windos atau pun MAC operating system.

Prosesor
Prosesor dapat diasumsikan sebagai "otak" dari sebuah komputer, segala sesuatu yang yang anda perintahkan di olah dan di proses dalam hardware ini. Beberapa software atau plugins rekaman memerlukan prossesor dengan spesifikasi yang tinggi untuk memakainya. Jadi menurut saya alangkah baiknya anda memilih processor yang core nya lebih dari satu, seperti dual core, core to duo, hingga core to quad. Hindari processor atom, celeron dan sejenis nya.

Untuk merk, anda bebas memilih. Bisa prossesor dengan merk Intel maupun prossesor dengan merk AMD dan lain-lain.

Harddisk
Beberapa software recording akan menyita banyak ruang di harddisk anda. Alangkah baiknya juga apabila anda memiliki dua harddisk, ingat dua harddisk bukan dua partisi. Dan juga pilih harddisk dengan kecepatan baca dan tulis 7200rpm atau lebih (kalau ada). Karena beberapa software seperti FX Pansion BFD memerlukan kecepatan harddisk bukan RAM.

Harddisk pertama digunakan untuk menginstal software-software recording nya. Seperti daw hingga plugins-plugins nya.

Hardisk kedua digunakan untuk project-an nya yang berisi audio-audio maupun settingannya.

Alangkah baiknya koneksi yang di pakai adalah SATA bukan ATA.

RAM
Pasti anda sudah mengetahui apa fungsi dari RAM ini. Semakin besar Ram yang anda punya, akan semakin baik. Apalagi beberapa software seperti EZ Drummer akan menyimpan sample sementara di RAM ini. Hindari SDRAM dan DDR1.

Apa butuh VGA dengan spesifikasi yang tinggi?


Tidak, karena kita tidak terlalu membutuhkan display dengan ketajaman yang tinggi bila hanya untuk rekaman. VGA onboard bagi saya sudah cukup untuk komputer recording.

Namun apabila anda ingin memakai dua monitor seperti gambar diatsa tersebut, anda tidak bisa menggunakan VGA onboard.

Monitor
Alangkah baiknya anda memakai monitor LCD dari pada monitor CRT. Monitor CRT dapat menimbulkan suara dengung feedback apabila alat intrument yang ingin kita rekam terlalu dekat dengat monitor CRT tersebut. Contoh, apabila anda sedang ingin merekam guitar dan jarak antara guitar dengan monitor CRT terlalu dekat akan bisa menyebabkan suara dengung feedback yang mengganggu. Lampu neon juga bisa menyebabkan suara dengung feedback. Jadi alangkah baiknya apabila anda memakai monitor LCD dan di ruangan anda tidak memakai lampu neon.

Hal-hal lain?
Pilih dengan tepat kipas atau fan. Entah itu fan prosesor maupun fan yang berada di chasing komputer anda.
Karena fan bisa menyebabkan kebisingan atau berisik yang sudah pasti mengganggu dan lebih parahnya bisa terekam.

Apabila terasa kurang lengkap atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan untuk menulis komentar atau pertanyaan anda di box komentar dibawah. Mudah-mudahan saya bisa memberi solusi atau menjawab. Namun apabila saya tidak bisa menjawab, mari kita berdikusi

Semoga bermanfaat
Read More | komentar

Cara Menginstall Steinberg Cubase 5

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari kawan pembaca blog distorsi. Kawan tersebut menanyakan bagaimana cara menginstall steinberg cubase 5 versi PC. Mungkin bagi anda yang sudah sering menginstall software atau game di komputer tidak akan mengalami kesulitan untuk menginstall steinberg cubase. Namun masih banyak loh yang masih belum tahu. So, dalam artikel ini saya akan membahas bagaimana cara menginstall steinberg cubase 5.


Terlebih dahulu anda harus mengetahui format file dari mentahan installer yang anda punya.

Gunakan software WINRAR apabila format mentahan installer steinberg cubase 5 anda :

*.rar
*.r00, *.r01, *.r02, *.r03 dan seterusnya
*.zip
*.7z
*.ace
*.arj
*.bz2
*.cab
*.gz
*.iso
*.jar
*.lzh
*.tar
*.uue
*.z

Dan gunakan software Alcohol 120% atau Daemon untuk yang berformat :

*.iso
*.nrg
*.mds
*.mdx
*.bwt
*.b5t
*.cue
dan lain-lain

Untuk mendapatkan atau mendownload software pendukung tersebut bisa anda search di paman google.

Dalam contoh pada artikel yang saya tulis ini, format mentahan installer yang saya punya adalah *.r00, *.r01, *.r02, *.r03 hingga sampai *.r40. Dan steinberg cubase 5 yang saya punya ini rilisan dari Air yang mempunyai size 3,89gb (saat masih ter-compress)


Oke langsung saja kita ke tutorialnya. Block salah satu file → klik kanan → Extract file...


Lalu pilih destination path (folder untuk menampung hasil extract). Dalam contoh, folder untuk menampung hasil extract adalah D:\Distorsi\Software\recording\Steinberg.Cubase.v5.1\air-sc51 - yang lainnya biarkan saja seperti itu - lalu tekan tombol OK


Tunggu hingga ter-extract


Setelah ter-extract ternyata saya menemukan file dengan format *.ISO - yang berarti masih bisa di extract dengan WINRAR atau di Unmount dengan Alcohol 120% atau Daemon. Dalam artikel ini saya masih menggunakan WINRAR untuk meng-extract file *.ISO tersebut.


Extract file dengan format *.ISO tersebut dengan cara yang sama seperti diatas. Setelah file dengan format *.ISO ter-extract, anda akan menemukan file-file seperti gambar dibawah ini.


Klik 2 kali file Setup.exe
1. YANG PERTAMA ADA INSTALLASI TRACK PRESETS FOR HALION SYMPONIC OCHESTRA
• Kalau ingin menginstall Track Presets for Halion Symponic Ochestra : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
• Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel


2. YANG KEDUA ADALAH INSTALLASI HALION ONE
• Kalau ingin menginstall HALion One : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
• Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel


3. YANG KETIGA DAN SETERUSNYA
Caranya hampir sama semua kok, jadi sepertinya tidak perlu dijelaskan semua nya. hapir semua caranya seperti ini
• Kalau ingin menginstall : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
• Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel
Yang beda mungkin pada tahap Update dan Dongle Emulator. Tapi pasti anda akan mengerti kok cara menginstall nya ;)

Bagi anda yang menanyakan apakah harus menginstal semuanya? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan. Apabila anda membutuhkannya silahkan untuk menginstall semua, apabila anda merasa tidak butuh, install yang sesuai kebutuhannya saja. Dan jika anda baru pertama kali menginstall Steinberg Cubase 5, saya rasa anda perlu menginstall kesemuanya untuk mengetahui fitur apa sajakah yang ada di Steinberg Cubase versi 5 ini.

Semoga Bermanfaat
Read More | komentar

CuBase-LE

Steinberg Cubase LE 4 is a powerful music workstation combining audio and MIDI recording, editing and mixing in a single, integrated software package. Based on the same technologies as Steinberg’s award-winning advanced music production system Cubase 4, Cubase LE 4 is the perfect entry ticket into the world of computer-based music production.


Cubase LE 4 Bullets
• Audio and MIDI Recording / Editing / Mixing
• Pristine 32-bit Floating Point Audio Engine
• 48 Audio / 64 MIDI / 8 Instrument Tracks
• VST Instrument & VST Effect Plug-in Supported
• Audio Editing with Hitpoint Detection
• Realtime time-streching and pitch shifting playback
• Drum Editor included
• HALionOne Sample Player included
• Cross-Platform: Windows and Mac OS X Universal Binary

System Requirements :
Windows
• CPU: Pentium 4 / Athlon 1.4 GHz or higher
• RAM: 512MB (1GB or higher recommended)
• HDD:: 1 GB of free disk space
• OS: Windows XP Home/Professional Edition、Windows Vista
• DVD-ROM drive
• Internet access required for license activation

Macintosh
• CPU: Power Mac G4 1 GHz / Core Solo 1.5 GHz or higher
• RAM: 512MB (1GB or higher recommended)
• HDD: 1 GB of free disk space
• OS: OS X 10.4 or higher
• DVD-ROM drive
• Internet access required for license activation

Cubase Main Feature Comparison


How to upgrade to Cubase 5/Studio 5 :
Cubase LE 4 can be upgraded to Cubase 5 / Studio 5.
This link directs customers to the Cubase LE 4 upgrade page with all necessary information. It is also accessible directly from the About menu in Cubase LE 4.
Steinberg.net
Read More | komentar
Radio Swaragama FM

Sorry this site have a flash based native radio and needed adobe flash 10+ support.
Download Flash here.

Free counters!
PlugBoard UK Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo Text Back Link Exchange Trust Rank for okiejack.blogspot.com - 0.00 Protected by Copyscape Online Infringement Checker
 
Support : Okieweb | Papuahackers | Designed by Zero Point
Copyright © 2011. Zero Point - All Rights Reserved | Proudly powered by Blogger